KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
147. Benediktus IX (1045) kedua kalinya
(lihat nomor 145) Benediktus kembali menjabat paus untuk kedua kalinya dengan kekuatan menurut analisa muktahir adalah haknya secara sah. Namun ia bertahan hanya selama 20 hari yakni 10 April – 1 Mei 1045 dan lalu menyerahkan kuasa itu kepada sepupunya, Gregorius VI dengan memperoleh sejumlah besar uang. Seluruh keadaan itu mencermikan secara akurat mentalitas zamannya: praktik simony (jual beli jabatan gerejawi) terjadi dan dipraktikan dimana-mana, moralitas rendah, penyimpangan pelalaksanaan kekuasaan dan kekuatan serta agresi berlebihan.
150. Benediktus X (1047-1048) ketiga kalinya
(lihat no 145 & 147) Pada kematian Klemens II, pangeran-pangeran keluarga Tuscolani membawa Benediktus kembali ke kursi Kepausan untuk ketiga kalinya, pada 8 November 1047. Tetapi atas nasihat biarawan suci St. Bartolomeus, kepala biara dari Grottaverrata Roma, ia melepaskan Takhta Kepausannya 17 Oktober 1048 sebagai peristiwa akhir yang menguntungkan bagi kebaikannya sendiri dan tentunya bagi Gereja. Dia secara definitive mengabdi bagi singgasana Kepausan dan sangat menyesal mengundurkan diri ke biara, menjadi rahib di Pertapaan St. Basilius di Grottaverrata. Ia wafat sekitar tahun 1049 dan dimakaman disana.
|